Showing posts with label logo olahraga. Show all posts
Showing posts with label logo olahraga. Show all posts

Thursday, April 18, 2013

PSG Ganti Logo, Leonardo Berikan Dukungan

Rencana Paris Saint-Germain mengubah logo klub menuai kontroversi. Beberapa pihak menolak dengan tegas rencana tersebut. Namun tidak dengan direktur klub, Leonardo, yang tak segan memberikan dukungannya.

PSG memang berencana mengubah beberapa bagian dari logo yang dipakai sejak 1972. Perubahan menonjol pada desain logo baru adalah warna dasar yang berganti dari biru tua menjadi biru muda, laiknya warna kebanggaan rival abadi mereka, Olympique Marseille.

"Ada respek terhadap sejarah klub. Kami belum memutuskan mengubah logo klub karena tidak sesuai dengan sejarah. Logo PSG telah berubah lima kali, (beberapa) klub besar (telah) berubah 10 kali. Saya pikir kesalahpahaman berasal dari uang dan kekuatan yang kami miliki. Saya di sini untuk sejarah klub ini."

Pada desain logo tersebut, tulisan Paris berganti posisi menjadi di bagian atas lingkaran sementara Saint-Germain di bawah.Juga tampil tanpa cradle yang sebelumnya berada di bawah Menara Eiffel, menandakan kelahiran Raja Louis XIV di Saint-Germain. Kabarnya, logo baru itu akan diresmikan bulan ini.

Dukung Kegiatan Sosial, Liverpool Ganti Logo Sponsor

Liverpool akan tampil beda pada laga kandang menghadapi West Brom Albion bulan depan. Mereka akan mengubah logo sponsor di dada, sebagai bentuk dukungan pada sebuah kegiatan sosial.

Sebuah logo bergambar mata dan siluet ekspresi kegembiraan anak-anak, plus tulisan 'Seeing is Believing' akan menggantikan posisi Standart Chartered di seragam The Reds, tepat di bagian pemasangan logo sponsor utama.

'Seeing is Believing' merupakan sebuah program sosial yang digagas olehStandart Chartered. Program tersebut bertujuan melakukan pendanaan, yang nantinya akan digunakan untuk mengatasi kebutaan dini di negara berkembang.

Rencananya jersey dengan logo tersebut sudah bisa didapatkan melaluieBay seusai pertandingan, di mana seluruh hasil penjualan akan dikumpulkan untuk kegiatan donasi.

Hal serupa juga pernah dilakukan The Reds musim lalu, di mana momen yang digunakan dianggap lebih tepat, yakni usai wasit tidak mengesahkan gol Andy Carroll ke gawang Chelsea di final Piala FA.

Persema Ganti Logo

Diharapkan peringatan 60 tahun kelahiran Persema bisa menjadi momen untuk membuat tim ini semakin bagus dan kuat.Menghadapi kompetisi Indonesian Premier League [IPL] 2013. Persema Malang sudah menyiapkan diri. Meski dalam keadaan serba terbatas, namun semangat muda tim yang menggunakan julukan lamanya Bledeg Biru ini sangat membara.

Bicara tentang perubahan julukan, Persema musim ini juga melakukan perubahan untuk segala hal. Tim yang berdiri pada 20 Juni 1953 itu ingin kembali mengulang kejayaan yang sempat hilang, sehingga momen 60 tahun Persema dimanfaatkan dengan baik.

Selain julukan, 60 tahun Persema Malang juga diperingati dengan menggunakan logo lama tim beserta atributnya, termasuk jersey kandang yang berwarna biru.

"Kita ingin membawa semangat Persema dengan kembali ke tujuan semula, saatnya Persema bangkit scara Nasional, terasa spesial karena tim ini banyak dihuni oleh pemain dari Malang sehingga aroma kebanggaan terhadap daerah ada sama seperti tulisan di logo lama," kata Patrick Tarigan, manajer tim

Tulisan di logo lama Persema sendiri adalah 'Malang Nominor, Sursum Moveror' yang artinya Malang namaku, maju tujuanku.

Sementara itu, untuk persiapan laga perdana melawan PSIR Rembang, Selasa (26/2), tim yang bermarkas distadion Gajayana ini sudah berada di Rembang. Mereka menginap di Hotel Kencana, Rembang.

Meski dibolehkan mengisi bench dengan 18 pemain, namun Persema datang dengan kekuatan 17 pemain.

"Kami besok memakai jersey biru, kami ingin mengulangi kejayaan Persema, kemenangan melawan PSIR akan melambungkan mental, ya saya rasa Persema ingin memberi bukti Persema bisa dengan pemain muda," urai Patrick.

Berikut ini adalah 17 pemain yang dibawa ke Rembang: Ruhanda Merdiansyah, Joko Supriono, Agung Dwi, M. Kamri, Dodiet Fitrio, Joko Prayitno, Syaiful Indra, Leo Tupamahu, Irfan Raditya, Johan Yudha, Piter Mandibo, Akhmad Fatoni, Jodi Kustiawan, Pandi Widiarto, Kim Kurniawan, Didik Ariyanto, Nehemia Marthen